Halaman

Minggu, 29 Juni 2014

Dampak Kemajuan Teknologi Game Modern Terhadap Game Tradisional







Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, maka kini semakin banyak pula permainan-permainan yang sangat canggih dan didukung dengan teknologi tinggi, dan  biasanya permainan-permainan ini ditujukan bagi anak-anak. Maka tak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional yang ada di Negara kita yang kaya akan seni dan budayanya. Berbeda ketika beberapa tahun atau beberapa puluh tahun yang lalu, ketika kita masih kecil mungkin kita lebih mengenal permainan-permainan tradisional seperti enggrang, bakiak, congklak, kelereng, engklek, dan lain-lain. 
Permasalahannya adalah, bukan kita tidak ingin menerima kemajuan teknologi yang terjadi saat ini. Namun perlu kita menyadari bahwa, kemauan teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif bagi kita  namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami fase perkembangan.
Bermain bersama mungkin sudah jarang dilakukan oleh anak-anak untuk saat ini, karena di era sekarang anak-anak jarang bermain bersama-sama. Mengapa demikian? Karena anak-anak saat ini hampir tidak mengenal permainan tradisional. Banyak yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendiri untuk bermain dengan permainan yang ada di gadget atau dunia online. Apakah permainan yang ada untuk saat ini memang menuntut anak untuk individualis? Tidak seperti permainan dahulu yang memuntut kebersamaan. Jaman memang telah berganti, namun apakah budaya bermain pada anak-anak juga harus terganti?

Apa pengaruh permainan modern dengan kehidupan saat ini ?
       Saat ini berbagai macam permainan modern telah mudah kita dapatkan, baik secara online ataupun offline dan sangat mudah untuk diakses oleh anak-anak, dan tidak sedikit orang tua yang membiarkannya bahkan ada pula orang tua yang menfasilitasi di rumah, dengan alasan sebagai hiburan anak ketika anak-anak berada di rumah. Selain disediakan di rumah, banyak juga orang-orang yang membuka usaha game seperti playstation, game online, dan lain-lain. Apabila hal ini berjalan tanpa adanya pengawasan dari orang tua tentu cukup berbahaya bagi perkembangan anak. Karena dengan permainan-permainan modern secara tidak sadar kita menjerumuskan anak ke hal yang bisa berdampak negatif. Seperti misalnya anak sulit untuk bersosialiasi, karena anak hanya selalu beriteraksi dengan permainan modern, dimana permainan-permainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Selain itu pula anak akan menjadi pasif dalam kehidupan nyata, ketika anak-anak yang sudah kecanduan tehadap game maka cendrung anak akan pasif dalam kehidupan nyata, lebih memilih berdiam diri di rumah sambil bermain game, dibandingkan bermain dengan teman-temannya.
Anak-anak saat ini lebih mengenal permainan point blank, angry bird, pokopang, dan GTA jika dibandingkan dengan petak umpet, dakon, bentengan, gobak sodor dll. Berbagai permainan modern dinilai lebih menarik bagi kaum anak-anak karena menghadirkan visualisasi serta tantangan tersendiri. Namun tanpa disadari pola bermain yang demikian memiliki beberapa sisi negatif, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikis. Gangguan pada mata, obesitas, efek radiasi dari smartphone serta kecanduan game online sudah menjadi hal yang wajar ditemui pada anak-anak yang hidup di kota-kota besar. Yang lebih mengkhawatirkan adalah gangguan psikis yang dapat dialami oleh pecandu game online. Saat ini juga banyak game yang dimainkan oleh anak-anak mengandung kekerasan, dampak dari permainan ini bisa membentuk anak menjadi seorang pemberontak, keingintahuan yang besar terhadap segala sesuatu yang dilarang, serta memiliki kelakuan yang kadang sulit diterima masyarakat.

        Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlunya kita untuk melestarikan kembali permaian-permaian tradisional, yang hampir ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak. Indonesia sebagai Negara yang kaya akan warisan budaya dari bebagai penjuru daerah, ini adalah merupakan potensi lokal yang patut kita lestarikan, dan salah satunya adalah permainan tradisional. Biasanya setiap daerah memiliki permaian-permainan tradasional masing-masing. Jika kita bandingkan permaian modern dengan permainan tradisional, tentunya akan lebih banyak manfaatnya permainan tradisional dibandingkan dengan permainan modern.


Beberapa manfaat permaian tradisional :
  • Melatih interaksi sosial anak, dengan melalui permainan tradisional anak akan belajar berinteraksi sosial dengan teman-temannya, hal ini tentunya sangat baik bagi perkembangan anak.
  • Melatih anak untuk belajar kerjasama, dengan melalu permainan tradisional juga bisa memberikan anak untuk belajar kerjasama dengan teman-temannya.
  • Melatih anak untuk menjadi kreatif, permainan tradisional adalah permaina yang tidak memiliki peraturan secara tertulis, dan biasanya peraturan permainan akan disepakati oleh semua anggota, sehingga dalam hal ini tentu perlu kreatifitas anak untuk melakukan permainan agar menjadi menarik.
  • Melatih emosi anak, hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok, sehingga dalam hal ini dapat membangun emosi anak timbul toleransi, empati terhadap orang lain, sikap sportif, dll.
Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan permainan tradisional adalah :
  1. Dengan cara memperkenalkannya kembali kepada anak, melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal. 
  2. Membangun komunitas, kita bisa membangun komunitas di lingkungan masyarakat, saat ini juga beberapa komunitas yang sudah melakukan hal ini untuk turut melestarikan permainan tradisional.
  3. Mengadakan workshop permainan tradisional. 
  4. Dan masih banyak cara lain yang lebih menarik, yang dapat Sahabat Blogger lakukan untuk tetap melestarikan kembali permainan tradisional, dan salah satunya juga melalui ngeblog, dengan membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan permainan tradisional.
Upaya melestarikan permainan tradisional tidak hanya menjadi tugas orang tua, namun menjadi tugas kita sebagai warga negara Indonesia. Sebenarnya kebudayaan yang masih bertahan dapat menjadi daya tarik dalam hal pariwisata di Indonesia. Kebudayaan asli Indonesia, baik tarian, permainan tradisional, rumah adat dapat menjadi penyumbang pendapatan jika berbagai kebudayaan tersebut dijadikan sebagai objek wisata. Oleh karena itu, pemerintah sebagai pengawas sekaligus pembimbing harus lebih aktif dalam menekankan pendidikan tentang budaya Indonesia. Mata pelajaran yang berkaitan dengan kebudayaan dan bahasa daerah tidak boleh dihilangkan atau diganti dengan mata pelajaran baru. Pendidikan karakter diperlukan dan harus diterapkan. Generasi muda harus segera disadarkan bahwa budaya dari luar yang negatif dapat menghancurkan negara kita sendiri. Selain itu cara pendidikan tentang budaya Indonesia harus dengan cara yang menarik agar generasi muda menjadi tertarik untuk mempelajarinya.
Oleh sebab itu mari kita bersama-sama memperkenalkan dan melestarikan pemaian tradisional. Walaupun sepertinya sulit karena sudah tergerus oleh permainan modern, tapi semoga saja anak-anak kita masih bisa melihat bahkan memainkan permainan tradisional.

sumber



0 komentar:

Posting Komentar